Langsung ke konten utama
Puisi



Tak seikhlas sandiwara

Gelitik jemari berbisik dengan sang waktu
Sepertinya lambaian tangan seakan ada pilu
Aku selayak ada hanya meminjam sebuah rindu
Bibirku termangu
Tak sepatah katapun berlalu

Diamku adalah penawar
Menghangatkan teriakku agar tak mengelegar
Semangatku hampir pudar
Dinginnya rasa membuatku gemetar

Gelisahku menjelang
Piluku menantang
Duniaku perlahan menghilang

Lembata, 14 Oktober 2019

Gubahan

Soe Hoe Gie

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Budaya, Tradisi serta Kebiasaan Masayarakat Lembata yang berhubungan dengan aspek pertanian dan peternakan

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Kata ”kebudayaan” berasal dari bahasa sanskerta buddhaya, yaitu bentuk jamak dari buddhiyang berarti “budi” atau “akal”. Dengan demikian ke-budaya-an dapat diartikan: “hal-hal yang bersangkutan dengan akal”. Secara etimologi, kebudayaan dapat diartikan sebagai cara, kebiasaan atau segala hasil daya upaya manusia mengelolah akal budinya. Manusia berevolusi dalam waktu lebih kurang empat juta tahun lamanya. Pada masa ia muncul di muka bumi, tentu telah ada benih-benih dari kebudayaan. Telah ada bahasa sebagai alat komunikasi untuk perkembangan sistem pembagian kerja dan interaksi antara kelompok. Tentu saja kemampuan akal manusia untuk mengembankan kosep-konsep yang makin lama makin tajam, yang  dapat disimpan dalam bahasa, dan bersifat akumulatif. Mungkin ketika itu juga sudah ada alat-alatnya yang pertama, berupa sebatang kayu untuk tongkat pukul, segumpal batu untuk senjata lempar. Kemudian bat...
PUISI Ratapan Puncak Garang tanjakanmu seperti tunas rasa yang baru menggelora Curam terjalnya harapan seperti rindu yang membara Langkah pelan membentang belantara Riak nafasku menyelimuti Kususuri jalan setapak menuju keinginan hati Tubuhmu sunyi, melelapkan. Tubuhmu dingin, menghangatkan.. Kemarin.. iyah kemarin Ini tentang peristiwa kemarin Tentang kisah yang masih tak bertemu Tentang aku yang masih kau anggap tamu Kemarilah dikau yang termenung Ku ajak bersama kita merenung Tentang puncak yang maha agung Hanya disinilah ratapan kita terbendung Lembata, 22 Mei 2019 Gubahan.. Soe Hoe Gie
MENCARI KEADILAN MENUJU INDONESIA YANG DEMOKRATIS Spirit kerakyatan yang menjadi watak Negara demokratis merupakan syarat utama dalam format Negara yang berkedaulatan rakyat, karena kekuatan tertinggi terletak ditangan rakyat. Kesetaraan martabat dan persamaan hak politik mengindikasikan tentang kesamaan hak politik dari setiap warga negara.  Juga jabatan publik dari Negara demoratis dipilih oleh, bertanggung jawab dan dapat dipindahkan oleh para pemilih. Lebih dari itu Negara demokrasi tidak bisa tidak harus dapat menunjukan adanya kebebasan politik yang menyangkut kebebasan berpikir, menyatakan pendapat dan aksi dalam urusan politik. Termasuk hak mendapat akses informasi politik serta kebebasan untuk mendiskusikan dan mengkritik figure politik. Dalam suatu Negara demokrasi, selain menghargai mayoritas, juga pelaksanaan kekuasaan harus dipertanggungjawabkan dan responsive terhadap aspirasi rakyat. Demokrasi menuntut suatu dasar kesepakatan ideologis suatu keteraturan dan ke...