Langsung ke konten utama

PROSPEK HMI UNTUK MASA DEPAN
Catatan Aktivis HMI

Perlu disadari secara maksimal bahwa kondisi organisasi HMI saat ini yang notabene umurnya semakin tua, banyak mengalami kemunduran yang sangat progresif kader baik secara kualitas maupun kuantitas. Mengapa demikian Organisasi HMI mengalami stratifikasi  penurunan dan kemunduran yang sangat tajam dan memperihatinkan? Tentu ini adalah sebuah masalah besar dalam merawat serta mejaga elektabiltas organisasi. Khittah perjuangan serta pergerakan organisasi HMI bukanlah hanya semata bergerak pada bidang politik yang imbasnya hanya merebut kekuasaan pada  posisi strategis baik diorganisasi maupun di birokrasi parlementer. Akan tetapi HMI harus mampu mereduksi pokok perjuangan dan pergerakan  disegala aspek kehidupan.
Berdasarkan pengalaman sejarah, disadari bahwa kegemilangan HMI dilakukan dengan kerja keras dan pantang menyerah. Seluruh anggota dan pengurus bersatu padu memajukan HMI, mulai dari tingkat Komisariat, Korkom, Cabang, Badko dan Pengurus Beasar, termasuk para Alumninya.  Dengan demikian, bila kita menginginkan HMI tetap eksis dan memberikan sumbangsih yang bermakna bagi kehidupan mahasiswa, umat, bangsa dan Islam maka kita harus bekerja keras, tekun, tabah, ulet, terencana, dan teratur. Insya Allah prospek HMI kedepan tetap cerah.
Guna mencapai masa depan cerah dan gemilang, yang harus dilakukan HMI adalah: (1) membina dan menegakkaan originalitas sejarah dan pemikiran HMI; (2) membiasakan berpikir secara otonom HMI; (3) melakukan konsolidasi organisasi secara berkesinambungan; (4) membentuk kader yang tangguh dan tanggap; (5) berprestasi dalam bidang studi; (6) mau melakukan intropeksi; (7) bekerja sama dengan pihak lain; (8) tidak cepat puas terhadap capaian yang ada; (9) motivasi harus lurus, artinya masuk HMI adalah untuk pengabdian dan perjuangan yang didedikasikan untuk umat, bangsa, Islam dan mahasiswa.
Selain melakukan hal-hal diatas, HMI perlu memperhatikan faktor-faktor strategis yaitu:
Perkuat Basis (back to Campus)
Harus disadari oleh segenap kader HMI bahwa basis organisasi HMI adalah dikampus dalam bentuk komisariat sebagai ujung tombak perjuangan HMI. Karena itu, pengkaderan harus ditingkatkan, baik segi kualitas maupun kuantitasnya. Dikampus-kampus, sistem pengkaderannya harus ditata ulang dengan memerhatikan lingkungan strategis yang berpengaruh, yaitu:
Demokratisasi

Isu demokratisasi bagaikan air bah yang datangnya tidak dapat dibendung. Hal ini demikian terjadi karena sampai sekarang demokrasi masih diyakini sebagai instrumen andal mencapai keadilan dan kesejahteraan diberbagai sector kehidupan. Karenanya, Negara yang tidak menjalankan demokrasi dipandang sebelah mata oleh Negara-negara lain, bahkkan cendrung diisolasi.

Sehubungan dengan demokratisasi, HMI sebagai kader intelektual diharapkan mampu merespon demokratisasi ini dengan baik, mulai dari menggagas sampai pada mengawalnya. Yang lebih penting lagi adalah bagaimana HMI mampu memformulasikan demokratisasi yang benar-benar bercita rasa Indonesia, mengingat pada satu sisi demokrasi banyak dipengaruhi gagasan-gagaan dari luar (Barat), sementara disisi lain bangsa Indonesia memiliki tradisi dan kekhasan tersendiri diberbagai aspek kehidupannya.

Kompetisi

Kompetisi merupakan sunatullah. Keberadaannya semenjak zaman Nabi Adam AS sampai sekarang. Peristiwa pembunuhan khabil terhadap habil karena tidak terima soal perjodohan yang ditentukan ayahnya, Adam AS. Hal ini menunjukan bahwa kompetisi telah lahir sejak zaman yang sangat awal.
Di era globalisasi ini, kompetisi semakin menajam, siapa yang tidak memiliki kemampuan akan tergilas oleh zaman. Karena itu pengkaderan di HMI diharapkan mampu melahirkan kader-kader tangguh dan unggul yang memilki daya saing dan etos kerja tinggi yang mampu membawa HMI secara organisatoris maupun personal menghadapi tantangannya.

Sistem Pendidikan

Pola Satuan Kredit Semester (SKS) ternyata telah mendorong mahasiswa harus lebih tekun belajar  sehingga sedikit sekali ruang waktu beraktivitas di kegiatan lain. Partisipasi dalam organisasi, apalagi mengikuti program dalam kaderisasi, sulit dilaksanakan. Keterbatasan waktu yang tersisa dari para mahasiswa hendaknya hendknya menjadi pertimbngan penting melaksanakan perkaderan sehingga perlu ada fleksibilitas yang tepat dalam pemanfaatan waktu.

Informasi

Dewasa ini, informasi begitu mudah didapat karena kecanggihan teknologi. Perlu disadari bahwa informasi informasi adalah modal. Persoalannya adalah bagaimana kita mengolah dan mengelolah informasi dengan baik sehingga menjadi kekuatan. Kejayaan HMI adalah berkat kemampuan para kader mengakses dan mengolah informasi, baik melalui silaturahmi sesame keluarga HMI maupun dengan menggunakan teknologi. Kita saat ini hidup di abad digital, batas ruang dan waktu tidak menjadi masalah seperti dulu pada abad-abad sebelumnya.  Dengan bentuk informasi seperti ini, diharapkan HMI mampu menemukan format yang tepat dimana kecanggihan informasi dapat dijadikan kekuatan bagi kepentingan organisasi dan kader.
Citra

Citra organisasi, para pemimpin, fdan anggota HMI harus selalu dijaga dan ditingkatkan. Menjaga citra HMI sebagai organisasi terbesar dan terbaik merupakan sebuah tantangan yang cukup berat, karena HMI sudah melahirkan ribyan kader dengan segala plus minusnya. Menjaga citra membutuhkan komitmen tinggi. Namun demikian perlu disadari bersama bahwa citra yang baik akan memeri daya tarik dan kebanggan tersendiri, karena disadari atau tidak, cerita-cerita miring yang dialami oleh kader dan alumni HMI dalam penyelengaraan Negara maupun secara personal ataupun sektor lain telah ikut serta menurunkan kebanggaan ber-HMI dan minat menjadi anggota.

Mungkin seperti ini saja sekilas argumentatif yang dapat disampaikan untuk kita sebagai kader HMI agar mampu merepresentasikan organisasi HMI kedepannya menjadi lebih baik. Insya Allah!!!!!

Sebelumnya penulis memohon maaf jika penulisan ini masih jauh dari harapan para pembaca..mohon kritik dan sarannya dikolom komentar.

Lembata, 13 Mei 2019
Penulis:

Abdullah Syukur (Soe Hoe Gie)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Budaya, Tradisi serta Kebiasaan Masayarakat Lembata yang berhubungan dengan aspek pertanian dan peternakan

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Kata ”kebudayaan” berasal dari bahasa sanskerta buddhaya, yaitu bentuk jamak dari buddhiyang berarti “budi” atau “akal”. Dengan demikian ke-budaya-an dapat diartikan: “hal-hal yang bersangkutan dengan akal”. Secara etimologi, kebudayaan dapat diartikan sebagai cara, kebiasaan atau segala hasil daya upaya manusia mengelolah akal budinya. Manusia berevolusi dalam waktu lebih kurang empat juta tahun lamanya. Pada masa ia muncul di muka bumi, tentu telah ada benih-benih dari kebudayaan. Telah ada bahasa sebagai alat komunikasi untuk perkembangan sistem pembagian kerja dan interaksi antara kelompok. Tentu saja kemampuan akal manusia untuk mengembankan kosep-konsep yang makin lama makin tajam, yang  dapat disimpan dalam bahasa, dan bersifat akumulatif. Mungkin ketika itu juga sudah ada alat-alatnya yang pertama, berupa sebatang kayu untuk tongkat pukul, segumpal batu untuk senjata lempar. Kemudian bat...
MENCARI KEADILAN MENUJU INDONESIA YANG DEMOKRATIS Spirit kerakyatan yang menjadi watak Negara demokratis merupakan syarat utama dalam format Negara yang berkedaulatan rakyat, karena kekuatan tertinggi terletak ditangan rakyat. Kesetaraan martabat dan persamaan hak politik mengindikasikan tentang kesamaan hak politik dari setiap warga negara.  Juga jabatan publik dari Negara demoratis dipilih oleh, bertanggung jawab dan dapat dipindahkan oleh para pemilih. Lebih dari itu Negara demokrasi tidak bisa tidak harus dapat menunjukan adanya kebebasan politik yang menyangkut kebebasan berpikir, menyatakan pendapat dan aksi dalam urusan politik. Termasuk hak mendapat akses informasi politik serta kebebasan untuk mendiskusikan dan mengkritik figure politik. Dalam suatu Negara demokrasi, selain menghargai mayoritas, juga pelaksanaan kekuasaan harus dipertanggungjawabkan dan responsive terhadap aspirasi rakyat. Demokrasi menuntut suatu dasar kesepakatan ideologis suatu keteraturan dan ke...
PUISI Pertiwi Lembata Wahai ibu pertiwi.. Tolong dengarkan, jika engkau masih menghiraukan Aku ingin berbagi nasib Dari mereka yang murtad dengan prinsip Ini tentang sabda srikandi dan kartini Yang katanya adalah penggerak emansipasi masa kini Tapi mereka dianggap hanyalah objek sensasi saat ini Oh lembata,, pulau kecilku yang menyimpan seribu duka Lihatlah srikandi dan kartimu sedang lara dan terluka Lihatlah srikandi dan kartinimu dizholimi oleh para penguasa Lihatlah srikandi dan kartinimu disiksa bahkan dianiaya Hatinya perih, batinnya meronta Dimana supremasi hukum yang katanya tidak menjadi pembeda Wahai para elit penguasa.. Srikandi dan kartimu perlu dirawat dan dijaga Karena dari merekalah bibit-bibit pahlawan tersedia Dari merekalah titisan sabda para raja Berilah pangan, sandang dan papan agar mereka tidak banyak bicara Tegaskanlah hukum seperti pada titahnya Jangan biarkan srikandi dan kartinimu diperkosa Seolah srikandi dan kartimu menjadi lu...