Pecandu rindu
Lebih dari seribu gelisah menari dikalbu
Meracik rasa yang tak disiasati
Aku hanya patuhi selayak kau ada
Kemarin Kita menggenggam kuat jemari
Menikmati peluh diantara hembusan nafas yang memburu
Detak jantung yang semakin berpacu
Pada cumbu yang penuh dengan nafsu
Kita adalah dedaunan itu
Pernah menghijau menebar rindu
Pernah kering dan berguguran
Lalu melayang bersama debu, ditiup angin
Budaya, Tradisi serta Kebiasaan Masayarakat Lembata yang berhubungan dengan aspek pertanian dan peternakan
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Kata ”kebudayaan” berasal dari bahasa sanskerta buddhaya, yaitu bentuk jamak dari buddhiyang berarti “budi” atau “akal”. Dengan demikian ke-budaya-an dapat diartikan: “hal-hal yang bersangkutan dengan akal”. Secara etimologi, kebudayaan dapat diartikan sebagai cara, kebiasaan atau segala hasil daya upaya manusia mengelolah akal budinya. Manusia berevolusi dalam waktu lebih kurang empat juta tahun lamanya. Pada masa ia muncul di muka bumi, tentu telah ada benih-benih dari kebudayaan. Telah ada bahasa sebagai alat komunikasi untuk perkembangan sistem pembagian kerja dan interaksi antara kelompok. Tentu saja kemampuan akal manusia untuk mengembankan kosep-konsep yang makin lama makin tajam, yang dapat disimpan dalam bahasa, dan bersifat akumulatif. Mungkin ketika itu juga sudah ada alat-alatnya yang pertama, berupa sebatang kayu untuk tongkat pukul, segumpal batu untuk senjata lempar. Kemudian bat...
Komentar
Posting Komentar